BANGKRUT
Diujung tahun 1989, di Sei. Pakning, seorang petugas Patroli masuk ke TB. Ocean Pluto. Saat itu aku sedang bercengkrama dengan beberapa crew diruang kemudi yang sempit.
“Mana kapten ? suasana hening seketika, tak satupun diantara mereka yang berani menjawab. “Ayo, kamu masih anak-anak koq main-main dikapal, keluar,” bentaknya sambil mempelototkan matanya kepadaku pertanda mengusir. Dan tak lengah lagi dengan tulang lututnya yang menggigil aku melompat ketongkang Rantau Perkasa menyelamatkan diri, dan selanjutnya entah apa yang mereka bicarakan tak dapat dimengerti, tapi yang jelas beberapa saat kemudian sang Kopat (Komandan Patroli) kembali berteriask memanggilku
“Ternyata kamu yang mengurus kapal ini ya, sekarang Kami butuh minyak, tolong bantu satu drum,” katanya dengan nada kesal, lalu dengan enteng aku menjawab, “kapal ini tidak mengangkut minyak Pak, muatannya hanya Plywood.
“Pengertianlah, jangan belagak pilon kamu, mau aman atau tidak.” Katanya mengancam.
“Mengerti sih mengerti pak, tapi ya itu tadi, muatan kami hanya plywood, bukan minyak, Bapak keliru barang kali, kapal yang membawa minyak itu dia jawabku sambil menunjuk ke MV. Pan Oil yang labuh tidak seberapa jauh dari situ.
Mendengar jawaban tersebut, sang Kopat menendang pintu Tug, sambil menggerutu,”orang tolol koq disuruh ngurus kapal, bakal bangkrutlah perusaan ini, katanya sambil berlalu.
“Entah siapa yang tolol pak, jawabku (tapi dalam hati) mengiringi kepergian sang kopat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar